Saat beberapa tugas datang bersamaan, urutan kerja tidak harus mengikuti tugas yang paling keras menuntut perhatian. Tenggat, dampak jika pekerjaan tertunda, dan waktu yang tersedia memberi dasar yang lebih jelas untuk memilih apa yang dikerjakan lebih dulu.

Pengelolaan waktu mencakup pengaturan kegiatan yang direncanakan, pertimbangan atas kemungkinan yang muncul, dan pengendalian selama prosesnya. Kemampuan membedakan hal yang perlu diutamakan dari hal yang bisa dikerjakan nanti juga menjadi bagian penting dari pengelolaan itu [1].

Bedakan tenggat dari dampak

Tenggat menjawab kapan suatu pekerjaan perlu selesai. Dampak membantu menilai apa yang mungkin tertunda atau berubah jika pekerjaan itu belum dikerjakan. Keduanya perlu dilihat bersama: tugas dengan tenggat dekat belum tentu paling besar dampaknya, sementara tugas yang tenggatnya masih jauh mungkin tetap perlu mulai ditangani.

Sebagai ilustrasi, anggap ada dua pekerjaan: satu perlu dikirim hari ini, sementara satu lagi belum jatuh tempo tetapi menjadi dasar bagi pekerjaan berikutnya. Menyelesaikan yang pertama lebih dulu dapat masuk akal karena tenggatnya dekat. Namun, menyisihkan waktu untuk memulai yang kedua juga bisa mencegahnya terus bergeser. Urutannya bergantung pada batas waktu dan konsekuensi yang sedang dipertimbangkan, bukan pada satu aturan yang berlaku untuk semua keadaan.

Ukur pekerjaan terhadap waktu yang tersedia

Perkiraan waktu membuat daftar tugas lebih berguna. Untuk setiap pekerjaan, catat tenggatnya, dampak jika tertunda, perkiraan lama pengerjaan, dan langkah pertama yang bisa dilakukan. Perkiraan ini tidak perlu sempurna; fungsinya membantu melihat apakah beberapa pekerjaan memang muat dalam waktu yang tersedia.

Jika jumlah waktu yang dibutuhkan tampak melebihi waktu yang ada, jangan menyusun urutan seolah semuanya bisa selesai sekaligus. Pertimbangkan mana yang harus dikerjakan utuh, mana yang bisa dibagi menjadi bagian kecil, dan mana yang dapat dijadwalkan belakangan. Cara ini juga memperjelas apa yang realistis dimulai sekarang.

Buat urutan yang bisa dijalankan

  • Dahulukan pekerjaan dengan tenggat dekat dan konsekuensi penundaan yang berarti.
  • Jadwalkan pekerjaan berdampak besar yang belum mendesak, agar tidak terus tersisih oleh tugas yang baru datang.
  • Untuk pekerjaan besar, tentukan satu langkah awal yang cukup jelas untuk dikerjakan dalam waktu yang tersedia.
  • Tunda pekerjaan yang konsekuensi dan tenggatnya lebih ringan bila kapasitas saat ini terbatas.

Urutan tersebut adalah pegangan, bukan daftar yang tak boleh berubah. Jika tenggat, perkiraan durasi, atau keadaan pekerjaan bergeser, tinjau kembali prioritasnya. Pengelolaan waktu sendiri melibatkan pengendalian selama kegiatan berlangsung, bukan hanya menyusun rencana di awal [1].

Dengan begitu, prioritas menjadi keputusan yang punya alasan: tugas mana yang sulit menunggu, apa akibatnya bila terlambat, dan pekerjaan apa yang benar-benar muat dalam waktu sekarang.

Sumber

  • [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Manajemen waktu. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29851592&title=Manajemen_waktu (diakses 2026-10-17).